Thursday, October 28, 2010

FAKTA & DATA PEMBALUT DI PASARAN



Dari Yayasan Kanker Indonesia
  • 83% dari wanita usia subur mengalami masalah di organ kewanitaannya, dan 62% penyebab utamanya adalah pemakaian pembalut yang kurang berkualitas!
  • Penyakit Kanker Serviks menyebabkan korban meninggal dunia, sedikitnya 1 jam wanita setiap jam (8.000 orang /tahun) dan Indonesia adalah rangking 1 di dunia!
  • Ada 450.000 kasus Kanker Serviks baru setiap tahun di Indonesia.
  • Sebanyak 52 juta dari sekitar 115 juta wanita Indonesia beresiko terkena Kanker Serviks.

Hasil Riset WHO

The Tampon Safety and Research Act of;
H.R.890, U.S.A., Tahun 1999 (www.mum.org)
  • Ahli Internasional tentang penelitian atas Kanker, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa DIOXIN dapat menyebabkan Kanker.
  • DIOXIN adalah sebuah hasil sampingan dari proses pemutihan (bleaching) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).
  • PASTIKAN ANDA CEK KEBENARANNYA.. !

Tahukan Anda?
  • Sepanjang hidupnya diperkirakan wanita menggunakan 15.000 lembar pembalut.
  • Efek dari paparan DIOXIN baru akan terasa setelah 20-20 tahun.
  • Manusia tidak memiliki mekanisme alami untuk memusnahkan atau membuang DIOXIN dalam tubuhnya.
  • DIOXIN merupakan senyawa kimia beracun yang paling beracun yang pernah dipelajari dan diketahui manusia.
  • DIOXIN merupakan salah satu pemicu Kanker.

Bagaimana Zat DIOXIN dilepaskan?

Apabila darah haid jatuh ke atas permukaan pembalut wanita, zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Pertama kali akan mengenai permukaan vagina / vulva, kemudian disertap ke dalam rahim melalui saluran serviks, dan akhirnya masuk ke dalam uterus dan melalui Fallopian tubes hingga berakhir di ovarium atau indung telur.


Solusi
  • Kembali menggunakan pembalut dari kain (alami dan bebas zat kimia berbahaya).
  • Menggunakan pembalut yang terbuat dari bahan dasar kapas dan bebas zat kimia beracun berbahaya (Praktis, nyaman, anti bocor serta aman bagi kesehatan)